Armada dan peralatan yang digunakan dalam pengecoran beton ready mix merupakan pembahasan tingkat lanjut pada bidang pekerjaan pengecoran.
dalam pengecoran alat-alat serta armada akan selalu berhubungan satu dan lainnya, kenapa tidak bayangkan jika beton ready mix tidak menggunakan alat untuk meratakan setelah pengecoran.
1. Truck Mixer

Truck mixer atau yang sering dikenal dengan truck molen adalah armada khusus untuk mengangkut beton cair yang telah di buat melalui batching plant. Beban truck ini kurang lebih 25 ton tergantung dari merk truck.
Truck ini sangat mudah dikenali dengan tong besar seperti molen sebagai tempat penyimpanan beton cair yang akan diangkut ke lokasi tempat pengecoran.
Selain dikenal dengan truck molen, banyak juga yang menyebutnya dengan truck mixer, truck beton. Pada circle ready mix daya angkut trcuk standar dapat mengangkut beton dengan kapasitas 7m3 sekali angkut, sedangkan truck mini hanya berkisar 2,5/3m3.
2. Concrete Pump

Pompa beton atau Concrete pump adalah armada yang diciptakan sedemikian rupa untuk kepentingan membawa beton pada titik tempat pengecoran.
Hingga pada tahun 1900 an pengelolahan beton dilakukan di lokasi kontruksi (site mix),setelah di olah beton diangkut menggunakan truck mixer lalu di angkat menggunakan gerobak ke lahan pengecoran.
Hal ini tentu membutuhkan banyak tenaga dan waktu kerja, sehingga pada tahun 1927 seorang bernama max giese dan fritz, seorang insinyur berkebangsaan jerman menciptakan sebuah alat untuk memompa beton menggunakan pipa.
Alat itu dapat memompa beton sampai dengan ketinggian 40 meter dan dapat melewati jarak 120m. jenis dan merek concrete pump tentunya sangat banyak, apalagi di eropa banyak armada pompa beton yang sangat canggih.
3. Vibrator Beton

Proses pemadatan wajib dilakukan setelah beton segar dituang. Tujuannya untuk menghilangkan udara yang ada pada sepsi maupun dinding beton. Langkah ini wajib dilakukan karena jika terlewat, maka udara yang ada akan menjadi ruang kosong pada rongga beton sehingga beton menjadi tidak sempurna dan tidak kuat.
Karena itulah, dibutuhkan alat khusus dalam proses pemerataan beton. Alat biasa disebut dengan vibrator. Alat konstruksi ini adalah tongkat penggetar yang digunakan dengan mesin untuk mempercempat pekerjaan.
Selain menggunakan alat ini, para pekerja proyek harus melakukan pemadatan secara manual, dengan cara menusuk beton dengan kayu atau tongkat lain hingga coran menjadi padat dan tidak ada lagi ruang kosong di dalamnya.
Perataan dengan vibrator memberikan hasil yang lebih baik, sekaligus menghemat waktu dan tenaga sehingga menjadikan produktivitas lebih baik. Untuk alatnya sendiri bisa melalui sewa sesuai dengan kebutuhan proyek.
4. Trowel

Trowel adalah salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan konstruksi. Secara umum trowel berguna untuk meratakan bagian atas beton. Alat ini bisa dipakai pada bermacam-macam pekerjaan, misal pekerjaan lantai, jalan, hingga dinding.
Trowel mempunyai beragam jenis, mulai dari yang biasa hingga yang memakai teknologi canggih. Biasanya pemilihan alat dilakukan berdasarkan lokasi dan jenis proyek. Semakin besar area, maka jenis trowel yang digunakan semakin canggih, hingga ini bisa mempercepat pengerjaan.
Dari sekian banyak jenis yang paling sering digunakan adalah concrete trowel machine, jenis ini digunakan untuk meratakan beton fresh yang baru saja di sebar. Pengerjaan memakai mesin memungkinkan pemerataan betopn secara menyeluruh dan cepat.
Berikut 3 keuntungan yang didapat jika menggunakan Trowel :
- Mengurangi rongga udara pada cor, sehingga tidak ada udara yang terjebak dan tidak mengakibatkan beton keropos.
- Beton cor rata menyeluruh karena dengan menggunakan mesin trowel pekerjaan akan jadi lebih maksimal hasilnya.
- Pemakaian bahan baku jadi lebih hemat, karena beton cor rata dengan konsisten maka pemakaian bahan jadi sedikit dan efisien.
5. Portable Concrete Pump

Portable Concrete Pump atau pompa kodok. Dengan menggunakan alat ini pekerjaan proyek bisa memindahkan beton cor segar ke lokasi coran yang tidak bisa dijangkau dengan cara manual. Lokasi konstruksi yang tinggi contohnya gedung bertingkat maupun lorong sempit.
Dengan menggunakan alat ini, selain memudahkan pekerjaan konstruksi namun juga bisa mempercepat, kekuatan pompa yang mampu produksi 10-100 cuyd per jamnya. Kuantitas beton yang dihasilkan ini bisa dipindah tergantung pada : Jenis pompa beton, diameter pipa, panjang pipa, serta nilai slump pada beton.
Jenis pompa yang dipakai dalam kegiatan proyek konstruksi :
- Piston pump, digunakan untuk menghisap beton basah dari corong lalu keluar melalui pipa delivery
- pneumatic pump, alat ini memanfaatkan udara mampu menghisapbeton basah lalu keluar melalui pipa delivery.
- Pressure pump, menggunakan roda giling untuk menghisap beton basah lalu keluar melalui pipa delivery.
6. Slump Test

Pengujian mutu beton bisa dilakukan dengan 2 cara, pertama dengan cara saat beton masih dalam keadaan basah dan kedua saat beton sudah kering dengan sempurna. Keduanya dilakukan untuk menguji kualitas beton.
Mutu beton di ukur dengan slump test harus dilakukan berulang untuk mengontrol air di dalam campuran beton. Dengan mengambil sampel beton segar pada truck molen. Kebutuhan beton untuk sampel biasanya sekitar 20kg yang di tuang dalam ember atau alat lain yang tidak menyerap air.
Saat diuji menggunakan slump test, data yang dihasilkan akan digunakan untuk memastikan bahwa campuran dari beton memiliki perbandingan susuann campuran material yang seimbang.
Hal ini bertujuan agar beton pada bangunan dapat konsisten secara kualitas dan mutu sesuai dengan perencanaan awal. Pengujian menggunakan slump test ini bisa dilakukan secara manual atau menggunakan alat ukur elektrik.
itulah 6 alat yang digunakan dalam pengecoran ready mix. Alat yang ada diatas adalah wajib demi mendukung proses pembuatan beton ready mix. Jika anda tertarik untuk membeli beton ready mix palembang silakan klik disini

Pingback: Beton Ready Mix dan Site Mix | Yang Mana Lebih Baik?